Search for a command to run...
Pendidikan pada hakikatnya tidak mengenal akhir karena<br />kualitas kehidupan manusia terus meningkat. Persoalan pendidikan<br />bukanlah terutama pada target pengetahuan yang ditetapkan,<br />melainkan pada bagaimana orang dapat berinteraksi/berdialog<br />dengan situasi dan kondisi jamannya<br />Artikel ini menguraikan tentang pendidikan kesadaran<br />ala Paulo Freire. Bagi Freire, suatu bentuk pendidikan selalu<br />didasarkan pada kesadaran manusia, yang meliputi tiga aspek<br />yaitu: kesadaran naif (naival consciousness) yang melihat bahwasannya<br />aspek manusia sebagai akar penyebab masalah, kesadaran<br />magic (magic consciousness) berupa kesadaran masyarakat yang<br />tidak mampu melihat adanya kaitan satu faktor dengan faktor<br />yang lain, kesadaran kritis (critical consciousness) yaitu kesadaran<br />yang lebih melihat sistem sebagai sumber masalah. Untuk<br />mencapai semua kesadaran ini dibutuhkan pendidikan kritis yang<br />berbasis pada realitas sosial dan bukan merupakan pendidikan<br />‘gaya bank’ yang akan menjadikan murid sebagai robot-robot<br />yang tidak mengerti akan realitas-realitas sosial yang dihadapinya.<br />Pendidikan yang mampu melakukan refleksi kritis terhadap<br />‘ideologi dominan’ yang berlaku di dalam masyarakat, menantang<br />sistem yang tidak adil, dan memikirkan sistem alternatif<br />ke arah transformasi sosial yang menuju masyarakat yang adil.