Search for a command to run...
Abstrak: Pemikiran Harun Nasution kerap menjadi bahan diskusi panjang di kalangan pemikir dan cendikiawan, salah satunya adalah pernyataan bahwa keterbelakangan umat Islam adalah dampak dari sikap meninggalkan pemikiran rasionalisme, akal melambangkan kekuasaan manusia. Berangkat dari berbagai macam pemikiran dan respon dari para pemikir dan cendikiawan, maka kami tertarik untuk meneliti salah satu domain pemikiran yang dibawa oleh Harun Nasution terkait kekuasaan, kehendak mutlak Tuhan dan kebebasan manusia dalam sebuah analisis pemikiran. Penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan dan analisis interpretatif, penulis berusaha mengumpulkan data kemudian menyaring dan meneliti serta menukil berbagai data yang kemudian diinterpretasi dala rangkan mendapatkan sebuah kesimpulan yang valid. Metode validasi penulis menggunakan triangulasi metode, waktu dan teori. Harun Nasution memandang bahwa kekuasaan dan kehendak Tuhan dibatasi oleh pemikiran rasional, Tuhan telah memberikan kebebasan kepada manusia sesuai dengan Sunnatullah-Nya. Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk menentukan apa yang dikehendakinya. Kebebasan manusia ini dengan sendirinya membatasi kekuasaan dan kehendak Tuhan. Kalau Tuhan tidak membatasi kekuasaan dan kehendak-Nya dalam hal ini, manusia sebenarnya tidak mempunyai kebebasan. Ini bertentangan dengan kenyataan bahwa manusia tiap hari menentukan apa yang dikehendaki dan apa yang diperbuatnya. Tiap saat manusia dihadapkan dengan soal memilih dari beberapa alternatif yang dijumpainya dalam hidup sehari-hari.
 Kata Kunci: Kekuasaan Tuhan, Kehendak Mutlak Tuhan, Kebebasan Manusia, Harun Nasution