Search for a command to run...
The growing phenomenon of gadget use among early childhood has become a serious concern for Christian families. Although parents are aware of the negative impacts of gadgets on children’s concentration, sleep, emotions, and social interactions, many still rely on them as a practical solution to calm or silence their children. This article seeks to examine healthy, creative, and spiritual alternatives to gadgets within the context of Christian early childhood education. The method employed is an interdisciplinary literature review, drawing upon child development theories from Piaget (preoperational stage) and Erikson (psychosocial stage), alongside theological reflections on the education of children from a Christian perspective.The analysis demonstrates that young children require concrete, interactive, and symbolic experiences to foster cognitive, social, emotional, and spiritual growth—needs that gadgets cannot fulfill. The findings emphasize the importance of alternatives such as biblical storytelling, symbolic play, music and movement, creative activities, and outdoor experiences that instill values of faith and love. The article concludes that the solution for Christian parents is not to seek instant distractions but to provide loving relations and interactions that shape children’s character and identity as bearers of the image of God. Abstrak Fenomena meningkatnya penggunaan gadget pada anak usia dini telah menjadi perhatian serius bagi keluarga Kristen. Meskipun orang tua menyadari dampak negatif gadget terhadap konsentrasi, tidur, emosi, dan interaksi sosial anak, banyak di antara mereka tetap menggunakannya sebagai solusi praktis untuk menenangkan atau membuat anak diam. Artikel ini bertujuan mengkaji alternatif sehat, kreatif, dan rohani sebagai pengganti gadget dalam konteks pendidikan anak usia dini Kristen. Metode yang digunakan adalah kajian literatur interdisipliner dengan menelaah teori perkembangan anak menurut Piaget (tahap preoperational), Erikson (tahap psikososial), serta refleksi teologis mengenai pendidikan iman anak berdasarkan perspektif Kristen. Analisis menunjukkan bahwa anak usia dini membutuhkan pengalaman konkret, interaktif, dan simbolis untuk mengembangkan aspek kognitif, sosial, emosional, dan spiritual, yang tidak dapat digantikan oleh gadget. Hasil temuan menekankan pentingnya alternatif seperti storytelling Alkitab, permainan simbolik, musik dan gerakan, aktivitas kreatif, serta kegiatan outdoor yang menanamkan nilai iman dan kasih. Artikel ini menyimpulkan bahwa solusi bagi orang tua Kristen bukanlah mencari pengalih perhatian instan, melainkan menghadirkan interaksi dan relasi penuh kasih yang membentuk karakter dan identitas anak sebagai gambar Allah.
Published in: Real Kiddos Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Volume 4, Issue 1, pp. 1-21
DOI: 10.53547/jj5b0p50