Search for a command to run...
Large-scale dam construction in Indonesia faces significant challenges in design coordination, scheduling, and cost control, particularly for complex structures like the spillway crest. This study analyzes the implementation of Building Information Modelling (BIM) 3D–5D in the Cijurey Dam spillway crest project using a qualitative-descriptive approach based on interviews, document analysis, and field observation. The 3D model was developed with Autodesk Revit, integrated with 4D scheduling in MS Project, and 5D cost data from the Bill of Quantities through Navisworks. The quantitative results indicate that BIM 4D–5D improved calculation accuracy and cost reliability, with absolute deviations in volumetric quantities ranging from 10.4% to 15.25% with an average of 14.67%, and a total cost difference of IDR 221,962,356 compared to the DED baseline. All deviations remain below the conservative 20% threshold, confirming that BIM-generated quantities provide reliable estimates for structural planning and realistic budgeting. The integration of Navisworks enhanced visualization, early detection of discrepancies, and multidisciplinary coordination, highlighting BIM 4D–5D’s effectiveness in supporting accurate quantity and cost estimation, minimizing financial risk, and enabling informed decision-making in complex dam projects. Abstrak Konstruksi bendungan berskala besar di Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam koordinasi desain, penjadwalan, dan pengendalian biaya, terutama pada struktur kompleks seperti puncak spillway. Penelitian ini menganalisis implementasi Building Information Modelling (BIM) 3D–5D pada proyek puncak spillway Bendungan Cijurey menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis wawancara, analisis dokumen, dan observasi lapangan. Model 3D dikembangkan menggunakan Autodesk Revit, diintegrasikan dengan penjadwalan 4D melalui MS Project, serta data biaya 5D dari Bill of Quantities melalui Navisworks. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa BIM 4D–5D meningkatkan akurasi perhitungan dan keandalan biaya, dengan deviasi absolut volume berkisar antara 10,4% hingga 15,25% dengan rata-rata 14,67%, serta selisih total biaya sebesar IDR 221.962.356 dibandingkan perhitungan berbasis DED. Seluruh deviasi berada di bawah ambang konservatif 20%, yang menegaskan bahwa volume yang dihasilkan BIM memberikan estimasi andal untuk perencanaan struktur dan penganggaran yang realistis. Integrasi Navisworks mendukung visualisasi, deteksi awal ketidaksesuaian, dan koordinasi multidisiplin, sehingga menegaskan efektivitas BIM 4D–5D dalam mendukung estimasi kuantitas dan biaya yang akurat, meminimalkan risiko finansial, serta memperkuat pengambilan keputusan pada tahap perencanaan proyek bendungan yang kompleks.