Search for a command to run...
Pada masa perimenopause, di mana tubuh mulai mengurangi produksi hormon estrogen dan progesterone, fluktuasi hormon tersebut akan menyebabkan berbagai perubahan fisik dan psikologis, seperti insomnia. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi insomnia pada wanita perimenopause adalah dukungan sosial, terutama dukungan keluarga. Dukungan yang memadai dari keluarga diyakini dapat mengurangi tingkat stres, meningkatkan rasa aman dan dihargai, serta membantu wanita lebih adaptif dalam menghadapi perubahan-perubahan selama perimenopause. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan insomnia pada perimenopause. Desain penelitian menggunakan survei analitik dengan cross sectional. Sampel sebanyak 40 responden. Tehnik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis univeriat menggunakan distribusi frekuensi. Sedangakan analisis bivariat menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan insomnia pada perimenopause yaitu p0,002 < α0,05. Tingkat kekuatan hubungan antara dukungan keluarga dengan insomnia sebesar 0,838 atau sangat kuat. Hal ini berarti dukungan keluarga yang diterima oleh seorang wanita pada masa perimenopause berpengaruh terhadap tingkat keparahan insomnia. ADidanya sikap saling memahami dan menghargai komunikasi yang terbuka, membantu secara nyata untuk meringankan beban fisik dan menyediakan waktu istirahat pada perimenopause sehingga dapat meringankan insomnia dan begiru sebaliknya.
Published in: Indonesian Journal of Professional Nursing
Volume 6, Issue 2, pp. 157-165