Search for a command to run...
Tujuan: Anemia merupakan masalah kesehatan yang umum di masyarakat, terutama di kalangan remaja, dan sering ditemukan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Anemia pada remaja disebabkan oleh faktor gaya hidup, yaitu kebiasaan minum kopi, pola tidur, kebiasaan makan, dan kurangnya pengetahuan mengenai konsumsi suplemen Zat Besi dan Asam Folat (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku remaja yang berisiko mengalami anemia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan pemilihan partisipan secara purposive sampling, menghasilkan 6 partisipan yang memenuhi kriteria inklusi. Validasi data dilakukan dengan member checking, dan data dianalisis menggunakan pentadic dramatisme Burke. Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar remaja putri kurang memiliki pengetahuan tentang anemia. Faktor penyebab anemia antara lain kurangnya pemahaman tentang manfaat mengonsumsi suplemen zat besi, kebiasaan makan yang buruk, pola tidur yang tidak memadai, dan menstruasi yang berat. Dukungan sekolah dalam mengurangi risiko anemia meliputi pembagian suplemen zat besi secara rutin setiap Jumat melalui peran aktif siswa Palang Merah Remaja (PMR). Dukungan dari keluarga dan teman sebaya merupakan faktor pendorong dalam mengurangi risiko anemia. Kesimpulan: Remaja putri dapat lebih rajin mengonsumsi suplemen zat besi, memeriksakan kesehatan, dan menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah anemia.