Search for a command to run...
Meningioma merupakan tumor intrakranial primer yang paling sering ditemukan pada orang dewasa. Walaupun sebagian besar bersifat jinak, tumor ini dapat menimbulkan dampak klinis signifikan karena menekan struktur otak dan saraf. Variasi lokasi membuat manifestasi neurologis meningioma sangat heterogen, namun kajian yang secara khusus merangkum gejala praoperatif masih terbatas.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merangkum manifestasi klinis neurologis pada pasien meningioma berdasarkan literatur terbaru periode 2020–2025. Penelitian ini merupakan systematic literature review yang dilakukan sesuai pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, dan Scopus menggunakan kata kunci “Meningioma” AND “Neurological Manifestations”. Kriteria inklusi adalah penelitian primer pada pasien dengan diagnosis meningioma yang melaporkan manifestasi neurologis praoperatif. Artikel yang berupa review, editorial, laporan konferensi, studi hewan, atau berfokus pada bedah dan radioterapi dieksklusi. Analisis dilakukan secara deskriptif naratif berdasarkan hasil ekstraksi data. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi. Gejala yang paling sering dilaporkan adalah sakit kepala dan kejang. Manifestasi spesifik bervariasi sesuai lokasi tumor: gangguan visual pada meningioma sellar dan optikus, gangguan pendengaran dan fasialis pada meningioma kanalis auditorius interna, serta defisit motorik pada meningioma falx dan spinal. Beberapa laporan menunjukkan gejala atipikal seperti hematoma subdural akut. Temuan ini menegaskan pentingnya pengenalan dini terhadap variasi gejala meningioma dalam praktik klinis. Spektrum manifestasi neurologis meningioma luas dan sangat bergantung pada lokasi tumor. Pemahaman mengenai pola gejala praoperatif dapat membantu klinisi dalam diagnosis dini dan perencanaan penatalaksanaan.
Published in: Cerdika Jurnal Ilmiah Indonesia
Volume 6, Issue 2, pp. 742-747