Search for a command to run...
Akuntansi manajemen berasal dari dua fokus utama yaitu akuntansi dan manajemen. Akuntansi bertujuan untuk menyediakan informasi keuangan yang relevan dan andal. Manajemen adalah semua kegiatan berkaitan dengan menjalankan kegiatan organisasi dalam penetapan strategi untuk mencapai tujuan. Maka akuntansi manajemen adalah kegiatan pengumpulan dan analisis data keuangan dengan tujuan memberikan informasi kepada manajerial untuk proses pengambilan keputusan (Icmai, 2023). Informasi yang diberikan ditujuakn untuk kegiatan perencanaan, pengendalian, evaluasi kinerja dan strategi jangka pendek maupun strategi jangka panjang perusahaan (Varaniūtė, Žičkutė and Žandaravičiūtė, 2022). Dalam penyediaan informasi, akuntansi manajemen tidak memiliki aturan formal atau harus mengikuti suatu standar baku (Jonick, 2017), seperti akuntansi keuangan dalam menyusun laporan keuangan sehingga informasi yang dihasilkan disesuaikan dengan kebutuhan internal masing-masing perusahaan. Selain itu, akuntansi manajemen memberikan paradigma dalam mengukur efektivitas sebuah organisasi (Pedroso and Gomes, 2020). Pengukuran efektivitas ini nantinya dapat mendukung dan meningkatkan pengembangan organisasi dan meningkatkan kemampuan bersaing. Akuntansi manajemen juga menggambarkan bagaimana proses pengambilan keputusan dibuat untuk meningkatkan efektivitas dalam menciptakan nilai dan keberlanjutan organisasi. Dalam hal ini, terdapat empat poin penting dalam akuntansi manajemen yaitu: 1. Perencanaan merupakan proses penyusunan rencana kerja organisasi yang dinilai berdasarkan satuan mata uang secara terukur dalam jangka waktu tertentu baik berkaitan dengan rencana pendapatan dan rencana penggunaan sumber daya keuangan tersebut. Perencaan dimulai dengan penetapan tujuan dan target organisasi kemudian ditetapkan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan organisasi disusun dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat untuk mengukur pencapaian tujuan keuangan ataupun nonkeuangan sehingga sumberdaya yang dimiliki oleh organisasi dapat digunakan dengan efektif dan efisien. Dengan adanya perencanaan, organisasi dapat menetukan kapan waktunya untuk melakukan investasi atau untuk melakukan ekspansi usahanya, kemudian melakukan evaluasi atas rencana yang telah dilaksanakan (Bergmann et al., 2020). Sebagai contoh perusahaan kosmetik Wardah berfokus pada peningkatan kualitas produk dan ekspansi pada produk perawatan kulit tidak hanya pada produk kosmetik saja. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan mutu riset dan inovasi berkelanjutan. Dengan menghasilkan produk yang berkualitas, maka produk wardah semakin diterima pasar. Selain itu, perusahaan Wardah juga semakin mendekat dengan konsumen dengan kegiatan CSR yang langsung berhubungan dengan masyarakat yaitu dibawah naungan Paragon Corp, meluncurkan program Paragon Scholarship. Dengan demikian citra positif di masyarakat semakin terbentuk, semakin dikenal masyarakat yang akan berdampak pada peningkatan penjualan yang tentunya dapat meningkatkan keuntungan bagi perusahaan. Tentu semua strategi yang dilakukan tersebut diseleksi dalam proses perencaan yang matang yang dilakukan oleh manajemen.