Search for a command to run...
The Indonesian education system is facing a serious moral crisis triggered by promiscuity and the misuse of digital technology due to a lack of supervision. The main focus of this study is to measure the influence of parental attention, the school environment, and social media on the formation of students' Islamic character. This quantitative study was conducted at Darul Ulum Waru Middle School in Sidoarjo in the 2024/2025 academic year, involving 255 students using a total sampling technique. The research stages included data collection using an eight-point Likert scale questionnaire, observation, and documentation, which were analyzed through multiple linear regression using the SPSS program. The findings indicate that, both partially and simultaneously, all three independent variables have a positive and significant effect on Islamic character with a significance value of 0.000. Quantitatively, the coefficient of determination reached 63.9%, confirming the strong contribution of these variables. The form of parental attention most desired by students was active listening to stories (47.1%), while teacher role models (40%) were the most crucial school factor. The main conclusion confirms that the collaboration between sincere family care, optimized religious school strategies, and wise use of social media is highly effective in building a civilized moral identity in students. This synergy provides a crucial foundation for students to independently develop noble character and face the challenges of moral degradation amidst today's rapid global modernization in a fully sustainable manner. ABSTRAK Sistem pendidikan Indonesia tengah menghadapi krisis moral serius yang dipicu pergaulan bebas dan penyalahgunaan teknologi digital akibat minimnya pengawasan. Fokus utama penelitian ini adalah mengukur pengaruh perhatian orang tua, lingkungan sekolah, dan media sosial terhadap pembentukan karakter Islami siswa. Studi kuantitatif ini dilaksanakan di SMP Darul Ulum Waru Sidoarjo tahun ajaran 2024/2025 dengan melibatkan 255 siswa melalui teknik total sampling. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data menggunakan angket skala Likert delapan poin, observasi, serta dokumentasi, yang dianalisis melalui regresi linier berganda berbantuan program SPSS. Temuan menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap karakter Islami dengan nilai signifikansi 0,000. Secara kuantitatif, nilai koefisien determinasi mencapai 63,9%, yang menegaskan kontribusi kuat variabel tersebut. Bentuk perhatian orang tua yang paling dominan diinginkan siswa adalah mendengarkan cerita secara aktif (47,1%), sementara keteladanan guru (40%) menjadi faktor sekolah yang paling krusial. Simpulan utama menegaskan bahwa kolaborasi antara perhatian keluarga yang tulus, optimalisasi strategi sekolah religius, serta pemanfaatan media sosial yang bijak sangat efektif dalam membangun identitas moral siswa yang beradab. Sinergi ini menjadi fondasi penting bagi peserta didik untuk mengembangkan akhlakul karimah secara mandiri guna menghadapi tantangan degradasi moral di tengah pesatnya modernisasi global saat ini secara berkelanjutan sepenuhnya.
Published in: LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Volume 6, Issue 2, pp. 1297-1312