Search for a command to run...
Industri kelapa sawit menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menerapkan praktik keberlanjutan melalui Corporate Social Responsibility (CSR), sementara perusahaan tetap dituntut mempertahankan profitabilitas. Ketegangan antara tuntutan keberlanjutan dan kinerja ekonomi tersebut menimbulkan kebutuhan akan pendekatan strategis yang mampu mengintegrasikan keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Inovasi Manajemen Hijau sebagai mekanisme yang menjembatani praktik CSR dengan peningkatan profitabilitas pada perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Merauke, Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi pada dua perusahaan perkebunan kelapa sawit skala besar. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola inovasi dan mekanisme hubungan antara CSR dan kinerja perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan tiga kategori utama inovasi manajemen hijau, yaitu inovasi proses, inovasi sistem manajemen, dan inovasi produk. Inovasi tersebut memediasi hubungan CSR dan profitabilitas melalui tiga mekanisme utama: peningkatan efisiensi operasional, penciptaan keunggulan pasar melalui sertifikasi dan reputasi keberlanjutan, serta pengembangan produk dan unit bisnis baru berbasis ekonomi sirkular. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi CSR dengan inovasi manajemen hijau dapat mentransformasi CSR dari cost center menjadi strategic enabler yang memperkuat daya saing perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis pada perspektif RBV dan NRBV serta implikasi praktis bagi perusahaan dalam mengintegrasikan keberlanjutan dengan strategi bisnis.
Published in: EKOMA Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi
Volume 5, Issue 3, pp. 3863-3875