Search for a command to run...
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami konstruksi makna ekonomi digital yang dibangun oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam perspektif fenomenologi. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pelaku UMKM tidak hanya beradaptasi secara teknis, tetapi juga membentuk pemaknaan subjektif terhadap penggunaan platform digital dalam aktivitas bisnis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman hidup (lived experiences) para pelaku UMKM dalam memanfaatkan ekonomi digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi fenomenologis, horizonalitas, serta penyusunan tema esensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM memaknai ekonomi digital sebagai peluang strategis untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing usaha. Namun demikian, makna tersebut tidak terlepas dari berbagai dinamika, seperti keterbatasan literasi digital, tantangan adaptasi teknologi, serta ketergantungan pada platform digital tertentu. Selain itu, pengalaman subjektif pelaku UMKM memperlihatkan adanya pergeseran paradigma dari pola usaha konvensional menuju model bisnis berbasis digital yang lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan pasar. Secara fenomenologis, konstruksi makna ekonomi digital terbentuk melalui interaksi antara pengalaman individu, lingkungan sosial, serta konteks ekonomi yang melingkupi pelaku UMKM. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian ekonomi digital dari sudut pandang interpretatif, serta menjadi dasar bagi perumusan kebijakan yang lebih kontekstual dalam mendukung transformasi digital UMKM.