Search for a command to run...
Cooling fan pada sistem cooling tower memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan suhu proses pembangkitan listrik tenaga panas bumi, sehingga penurunan kinerjanya dapat berdampak langsung terhadap efisiensi dan keandalan operasional pembangkit. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas kinerja cooling fan serta mengidentifikasi potensi inefisiensi yang masih tersembunyi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat efektivitas cooling fan di PT XYZ menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) serta mengkaji sumber kerugian operasional melalui pendekatan Six Big Losses. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara dengan teknisi dan operator, serta pengumpulan data waktu operasi, downtime, performa, dan kualitas hasil pendinginan selama periode pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan nilai Availability sebesar 98,75%, Performance sebesar 97,21%, dan Quality sebesar 88,89%, sehingga diperoleh nilai OEE total sebesar 90,83% yang telah melampaui standar world class sebesar 85%. Meskipun demikian, analisis Six Big Losses mengungkap bahwa kerugian terbesar masih berasal dari Defect/Process Losses dan Reduced Speed Losses yang berdampak pada aspek kualitas proses pendinginan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja cooling fan di PT XYZ tergolong sangat baik, namun masih diperlukan upaya perbaikan yang berfokus pada peningkatan kualitas dan kestabilan operasi. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dalam menyusun strategi pemeliharaan yang lebih terarah serta implikasi akademik sebagai referensi pengembangan kajian efektivitas peralatan industri berbasis OEE dan Six Big Losses.