Search for a command to run...
ABSTRACT Hyperuricemia or gout is a form of arthritis that is common in the community, characterized by an increase in uric acid levels in the blood circulation which has the potential to trigger inflammation of the joints. Compliance with a low-purine diet is very important in the management of this disease, and the level of patient knowledge is thought to be an aspect that has a significant influence. This study was conducted to identify the relationship between the knowledge of hyperuricemia patients and patient compliance in undergoing a low-purine diet at the Labuapi Health Center. This study applies a quantitative method with a cross-sectional approach to observe the relationship between variables in one period. The data collection technique used a questionnaire instrument that had been previously validated and reliable. Data analysis was carried out by applying the chi-square test. The results of the study showed that the majority of respondents had a very good understanding (31%), but the level of compliance with a low-purine diet was still low, where 56.9% were not compliant. The chi-square test produced a significance value that indicated a meaningful relationship between how much knowledge a person had and how well they followed a low-purine diet (p = 0.019). There is a significant correlation between the level of knowledge of gout sufferers and compliance in undergoing a low-purine diet. Increasing education and counseling regarding a low-purine diet is needed to improve patient compliance in managing gout. Keywords: Hyperuricemia, Knowledge, Low Purine Diet, Compliance. ABSTRAK Hiperurisemia atau asam urat merupakan salah satu bentuk radang sendi (artritis) yang umum terjadi di kalangan masyarakat, ditandai oleh terjadinya kenaikan tingkat asam urat didalam sirkulasi darah yang berpotensi memicu radang pada sendi. Kepatuhan terhadap diet rendah purin sangat penting dalam pengelolaan penyakit ini, dan tingkat pengetahuan penderita diduga menjadi aspek yang memiliki pengaruh yang cukup besar. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan penderita hiperurisemia dengan kepatuhan pasien dalam menjalani diet rendah purin dalam menurunkan kadar asam urat di Puskesmas Labuapi. Studi ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional untuk mengamati hubungan antar variabel dalam satu periode. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner yang sebelumnya sudah tervalidasi dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan menerapkan chi-square test. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pemahaman yang sangat baik (31%), namun tingkat kepatuhan terhadap diet rendah purin masih rendah, di mana 56,9% tidak patuh. Dari uji chi-square menghasilkan nilai signifikansi yang menunjukkan adanya relasi yang bermaknaantara seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki seseorang dan seberapa baik mereka mengikuti diet rendah purin (p = 0,019). Terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat pengetahuan penderita asam urat dan kepatuhan dalam menjalani diet rendah purin. Peningkatan edukasi dan penyuluhan mengenai diet rendah purin diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengelola penyakit asam urat. Kata Kunci: Hiperurisemia, Pengetahuan, Diet Rendah Purin, Kepatuhan.
Published in: MAHESA Malahayati Health Student Journal
Volume 6, Issue 4, pp. 253-261