Search for a command to run...
ABSTRACTNosocomial infections remain a significant challenge for hospitals worldwide due to their impact on increased morbidity, mortality, healthcare costs, and prolonged hospital stays. Consequently, infection prevention has become a critical standard in healthcare service delivery. This study aims to analyze the implementation of the Infection Prevention and Control (IPC) Program at the Provincial General Hospital of West Nusa Tenggara. A qualitative descriptive method with a case study approach was employed. Data were collected through in-depth interviews with seven healthcare workers and analyzed using the Miles and Huberman framework. The findings indicate that the success of IPC program implementation is influenced by five main categories: organizational structure, implementation processes, measurable outcomes, cultural and contextual factors, and adaptive capacity in addressing field-level challenges. These five elements are interrelated and require continuous intervention to sustain program effectiveness. In general, the implementation of the IPC program has led to improved staff compliance with protocols, a stronger understanding of IPC principles, and the establishment of reasonably effective audit and training systems. However, optimal results remain constrained by inconsistent adherence, inadequate infrastructure, logistical barriers, uneven dissemination of information, high workloads, and challenges related to workplace culture. These findings provide valuable input for hospital policymakers in designing context-based intervention strategies to strengthen infection control practices. Keywords: Analysis, Program Implementation, Infection Prevention and Control. ABSTRAK Infeksi nosokomial merupakan tantangan signifikan bagi rumah sakit di seluruh dunia karena dampaknya terhadap peningkatan morbiditas, mortalitas, biaya pengobatan, dan lama waktu perawatan di rumah sakit. Oleh karena itu, pencegahan infeksi menjadi standar penting dalam pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis implementasi Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tujuh tenaga kesehatan dan dianalisis menggunakan kerangka Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi program PPI dipengaruhi oleh lima kategori utama, yaitu: struktur organisasi, proses pelaksanaan, hasil terukur, faktor budaya dan kontekstual, serta kapasitas adaptif dalam merespons kendala di lapangan. Kelima elemen ini saling berkaitan dan memerlukan intervensi berkelanjutan guna menjaga efektivitas program. Secara umum, implementasi program PPI telah meningkatkan kepatuhan staf terhadap protokol, pemahaman yang kuat terhadap prinsip-prinsip PPI, serta berjalannya sistem audit dan pelatihan yang cukup efektif. Namun demikian, pencapaian hasil yang optimal masih terhambat oleh ketidakpatuhan yang tidak konsisten, keterbatasan sarana dan prasarana, hambatan logistik, penyebaran informasi yang tidak merata, beban kerja tinggi, serta tantangan budaya kerja. Temuan ini memberikan masukan berharga bagi pengambil kebijakan rumah sakit dalam merancang strategi intervensi berbasis konteks untuk memperkuat praktik pengendalian infeksi. Kata Kunci: Analisis, Implementasi Program, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.
Published in: MAHESA Malahayati Health Student Journal
Volume 6, Issue 4, pp. 343-357