Search for a command to run...
This study aims to describe parental control in the use of gadgets among early childhood in Ngedukelu Village. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. The subjects consisted of five parents who have children aged 4–6 years. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that parental control was implemented through limiting screen time, providing supervision, establishing rules, and diverting children’s activities to non-digital activities. Parents generally limited gadget use to around one hour per day or at certain times. Children who were accustomed to consistent rules showed more adaptive responses, while those without clear limitations tended to exhibit negative reactions. Gadgets functioned as both entertainment and educational media, depending on parenting patterns. In conclusion, consistent parental control plays an important role in optimizing the benefits of gadget use while minimizing its negative impacts. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengendalian orang tua dalam penggunaan gadget pada anak usia dini di Kelurahan Ngedukelu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari lima orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian orang tua dilakukan melalui pembatasan waktu penggunaan gadget, pendampingan, pemberian aturan, serta pengalihan aktivitas ke kegiatan non-digital. Orang tua umumnya membatasi penggunaan sekitar satu jam per hari atau pada waktu tertentu. Anak yang dibiasakan dengan aturan konsisten menunjukkan respons yang lebih adaptif, sedangkan anak tanpa batasan yang jelas cenderung menunjukkan reaksi negatif. Penggunaan gadget berfungsi sebagai media hiburan dan pembelajaran, bergantung pada pola pengasuhan orang tua. Kesimpulan menunjukkan bahwa pengendalian orang tua yang konsisten sangat penting dalam mengoptimalkan manfaat gadget serta meminimalkan dampak negatif.
Published in: EDUCATIONAL Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran
Volume 6, Issue 2, pp. 725-735