Search for a command to run...
Bambu merupakan material alternatif pengganti kayu dan besi yang mempunyai banyak keunggulan, diantaranya memiliki sifat fisik dan mekanik yang baik, material yang ringan, momen kelembaban tinggi, elastis dengan masa tanam yang cepat dibanding kayu. Namun bambu juga mempunyai kekurangan, diantaranya durabilitas rendah dan mudah terserang kumbang bubuk. Upaya mengatasi hal ini dilakukan pengawetan sebelum pemanfaatannya. Metode pengawetan yang berbeda dapat mempengaruhi sifat fisik dan mekanik serta memberikan kualitas yang berbeda juga. Penelitian ini bertujuan mengukur durasi pengawetan yang optimal terhadap nilai kekuatan tarik. Kegiatan dilakukan dengan cara sederhana dan ramah lingkungan melalui perendaman spesimen dalam air tawar dan air garam dengan durasi waktu tertentu: 1 x 24 jam, 3 x 24 jam dan 14 x 24 jam selanjutnya dilakukan pengujian tarik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kekuatan tarik bambu. Berdasarkan durasi waktu pengawetan diperoleh nilai kekuatan tarik optimal pada durasi waktu 3 x 24 jam. Terjadi peningkatan kekuatan pada spesimen yang diawetkan dibandingkan tanpa diawetkan dengan persentase berkisar 10% sampai 30%. Selain itu bahan pengawet juga berpengaruh, bambu yang diawetkan dengan air garam mempunyai kekuatan tarik lebih tinggi dibanding yang diawetkan dengan air tawar. Disimpulkan bahwa durasi waktu pengawetan dan jenis bahan pengawet mempengaruhi kekuatan tarik. Pengawetan dalam jangka waktu singkat atau terlalu lama memberikan nilai kekuatan tarik yang rendah.