Search for a command to run...
ABSTRACT Ankle sprain is a common musculoskeletal injury that frequently occurs during physical activities, including school environments. Members of the Youth Red Cross (Palang Merah Remaja/PMR) have an important role as first responders when injuries occur at school. However, limited knowledge and inadequate first aid practices may result in improper management of ankle sprains. Therefore, health education is essential to improve the preparedness and competence of PMR members in providing first aid.This study aimed to determine the effect of health education on the knowledge and practice of ankle sprain first aid among PMR members at MTs M3 Al-Furqan Banjarmasin. The study employed a quantitative pre-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. A total of 40 PMR members were included as respondents using total sampling. Data were collected using a knowledge questionnaire and an observation checklist to assess ankle sprain first aid practices. The Wilcoxon Signed Rank Test was used for data analysis.The results showed that before the intervention, most respondents had good knowledge (95%), but all respondents demonstrated poor first aid practices (100%). After receiving health education through demonstrations and simulations, all respondents achieved a good level of knowledge (100%), while first aid practices improved to good (72.5%) and fair (27.5%) categories. Statistical analysis revealed a p-value of 0.000 (p 0.05) for both variables, indicating a significant effect of health education.In conclusion, health education effectively improves the knowledge and first aid practices of PMR members in managing ankle sprains in school settings. Keywords: Health Education, Knowledge and Practice, First Aid, Ankle Sprain, Youth Red Cross. ABSTRAK Ankle sprain merupakan cedera muskuloskeletal yang sering terjadi pada aktivitas fisik, termasuk di lingkungan sekolah. Anggota Palang Merah Remaja (PMR) berperan sebagai penolong pertama saat terjadi cedera, namun keterbatasan pengetahuan dan keterampilan praktik pertolongan pertama dapat menyebabkan penanganan yang kurang tepat. Edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan anggota PMR dalam menangani ankle sprain secara cepat dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan praktik pertolongan pertama ankle sprain pada anggota PMR di MTs M3 Al-Furqan Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 40 anggota PMR yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi praktik pertolongan pertama ankle sprain. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi kesehatan, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori baik (95%), namun seluruh responden memiliki praktik pertolongan pertama kategori kurang (100%). Setelah diberikan edukasi kesehatan disertai demonstrasi dan simulasi, seluruh responden memiliki pengetahuan kategori baik (100%), dan praktik pertolongan pertama meningkat menjadi kategori baik (72,5%) dan cukup (27,5%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p 0,05) pada variabel pengetahuan dan praktik, yang menandakan adanya pengaruh signifikan edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan praktik pertolongan pertama ankle sprain. Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktik anggota PMR dalam menangani ankle sprain di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Pengetahuan Dan Praktik, Pertolongan Pertama, Ankle Sprain, Palang Merah Remaja.