Search for a command to run...
ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease with high prevalence and low control rates, including in the working area of the Salembaran Jaya Community Health Center, Tangerang Regency. Low public knowledge, attitudes, and behaviors related to hypertension control are major problems that contribute to high visit rates and low blood pressure control rates. This study aims to increase the understanding and awareness of hypertensive patients through antihypertensive education as an effort to improve service coverage. This study is a community-based intervention that begins with determining priority issues using the USG method, identifying causes through the Blum Paradigm, determining priority causes using the non-scoring Delphi method, and analyzing root causes using Fishbone diagrams and 5 WHY analysis. Intervention monitoring applied the PDCA (Plan-Do-Check-Action) cycle with evaluation using a systems approach. The health education intervention was evaluated using pre-tests and post-tests. The results showed that 84.21% of participants met the intervention success criteria, indicating a significant increase in knowledge and understanding of hypertension, its dangers, and healthy lifestyles. It was concluded that antihypertensive education is effective in increasing knowledge and awareness and encouraging changes in the attitudes and behaviors of people with hypertension, thereby potentially increasing the coverage of services and control of hypertension in the working area of the Salembaran Jaya Community Health Center. Keywords: Hypertension, Community Diagnosis, Health Education, Health Knowledge. ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan tingkat pengendalian yang masih rendah, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Salembaran Jaya, Kabupaten Tangerang. Rendahnya pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait pengendalian hipertensi menjadi permasalahan utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka kunjungan dan rendahnya tekanan darah yang terkontol. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran penderita hipertensi melalui edukasi antihipertensi sebagai upaya peningkatan cakupan pelayanan. Penelitian ini merupakan intervensi berbasis diagnosis komunitas yang diawali dengan penetuan prioritas masalah menggunakan metode USG, identifikasi penyebab melalui Paradigma Blum, penentuan prioritas penyebab dengan metode Delphi non-skoring, dan analisis akar masalah menggunakan diagram Fishbone dan analisis 5 WHY. Monitoring intervensi menerapkan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action) dengan evaluasi yang menerapkan pendekatan sistem. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa 84,21% peserta memenuhi kriteria keberhasilan intervensi, yang menandakan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan pemahaman tentang hipertensi, bahanya, serta pola hidup sehat. Disimpulkan bahwa edukasi antihipertensi efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta mendorong perubahan sikap dan perilaku penderita hipertensi, sehingga berpotensi meningkatkan cakupan pelayanan dan pengendalian hipertensi di wilayah kerja Puskesams Salembaran Jaya. Kata Kunci: Hipertensi, Diagnosis Komunitas, Penyuluhan Kesehatan, Pengetahuan Kesehatan.