Search for a command to run...
ABSTRACT Preeclampsia is one of the complications of pregnancy characterized by the onset of hypertension after 20 weeks of gestation and may be accompanied by multiorgan involvement. This study aimed to determine the association between hemoglobin levels, Body Mass Index (BMI), and antenatal care (ANC) compliance with the incidence of preeclampsia at RSUD Bima. This study employed an analytic observational design with a case–control approach. A total of 90 respondents were included, consisting of 45 cases (preeclampsia) and 45 controls (non-preeclampsia), selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were obtained from medical records and analyzed using the Chi-square test with a significance level of 5%. The results showed a statistically significant association between hemoglobin levels and the incidence of preeclampsia (p-value = 0,001). Body Mass Index (BMI) was also significantly associated with preeclampsia (p-value = 0,036), with an Odds Ratio (OR) of 3,083 and a 95% Confidence Interval (CI) of 1,170–8,129, indicating that pregnant women with a high-risk BMI had a higher likelihood of developing preeclampsia. In contrast, no statistically significant association was found between ANC compliance and the incidence of preeclampsia (p-value = 0,590). In conclusion, hemoglobin levels and Body Mass Index (BMI) were significantly associated with the incidence of preeclampsia, whereas antenatal care compliance showed no significant association with preeclampsia at RSUD Bima. Keywords: Antenatal Care Adherence, Body Mass Index (BMI), Hemoglobin Level, Preeclampsia. ABSTRAK Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan hipertensi setelah usia kehamilan 20 minggu dan dapat disertai keterlibatan multiorgan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan kepatuhan antenatal care (ANC) dengan kejadian preeklamsia di RSUD Bima. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Jumlah sampel sebanyak 90 responden yang terdiri dari 45 kelompok kasus (preeklamsia) dan 45 kelompok kontrol (tidak preeklamsia), dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kadar hemoglobin dengan kejadian preeklamsia (p-value = 0,001). Indeks Massa Tubuh (IMT) juga berhubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia (p-value = 0,036) dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 3,083 dan interval kepercayaan 95% (CI: 1,170-8,129), yang menunjukkan bahwa ibu hamil dengan IMT berisiko memiliki peluang lebih besar mengalami preeklamsia. Sementara itu, kepatuhan antenatal care (ANC) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian preeklamsia (p-value = 0,590). Kesimpulan penelitian ini adalah kadar hemoglobin dan IMT berhubungan secara signifikan dengan kejadian preeklamsia, sedangkan kepatuhan ANC tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian preeklamsia di RSUD Bima. Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh (IMT), Kadar Hemoglobin, Kepatuhan Antenatal Care (ANC), Preeklamsia.